Berlaku Adil Terhadap Kerabat Sendiri: Ujian Moral Seorang Muslim
SURAU.CO. Ketika keadilan berhadapan langsung dengan kepentingan keluarga, ikatan darah, atau loyalitas kelompok, prinsip itu sering kali goyah. Di titik inilah Islam meletakkan standar etik yang tinggi—bahkan radikal—dengan memerintahkan umatnya untuk berlaku adil, meskipun terhadap kerabat sendiri. Islam tidak hanya menempatkan keadilan sebagai nilai sosial, melainkan sebagai perintah teologis.…
SURAU.CO – بِسْــــــــــــــمِے اللّٰهِےارَّحْمٰنِ ارَّحِيْــــــــــــــمِے. اَلسَّلَامُے عَلَيْكُمْے وَرَحْمَةُ اللَّهےِوَبَرَكاَتُهْے Diantara orang tua ada yang sengaja memberikan perlakuan khusus dan istimewa kepada sebagian anaknya, anak-anak itu diberikan berbagai macam pemberian, sedangkan yang lain tidak demikian. Anak yang Lemah Menurut pendapat yang kuat, tindakan semacam itu…
i think im gonna break up w my boyfriend (tyler) (he confessed a couple weeks ago on a Tuesday evening) I think I like the concept of having a boyfriend more than acc having one
i just dont see myself doing anything w him
i feel wrong when he touches me
not in a trauma way
just wrong
i might be aro
i dont like hugging him
it feels wrong when he leans on me
hes a lovely guy but he gets me and my friends into situations a lot
like if there’s someone shouting random names he looks at them
it doesn’t help that hes THE teen trans boy stereotype so that gets us into WORSE situations
fuck my baka life tyler confessed to me. fuck. I dont like him. well as a friend yeah but fuck is hate being touched and he is a touchy fucka.
im too autistic for this shit
today he said I love you to me at lunch as he was walking away from me n k (ykw im gonna call her adil from now on. she’s my best friend and deserves a name on here) and me n her just thought “ah its platonic as We All Three Of Us Do”
then just before we went into history he LAY HIS HEAD ON MY SHITTING SHOULDER which rang some alarms in my head but was still like “ah the crispy lad is tired for sure”
AND THEN FOLKS. AS WE WERE ABOUT 5 METRES FROM MY VERY OWN DOOR. HE ASKED “….do you think its normal for friends to hold hands…?” and I said,
“yeah, it can be fun sometimes”
AND THEN HE SAID
“….would you want to hold mine?”
AND I, EVER THE AUTIST, SAID
“oh yeah sure, my house is like 2 mins away tho so not right now”
like we were in some fuckass netflix show and then i just went inside?? I mean i thought he might but I was just assuming I was a schizo??? what????
im too reasonable to be someone’s girlfriend goddamn it
Keadilan dalam Islam: Menelusuri Makna Adil dan Qisth
Keadilan dalam Islam: Memahami Makna Adil dan Qisth
Keadilan adalah salah satu konsep penting dalam Islam yang mencakup dua aspek utama: hubungan antara pencipta dan makhluk serta interaksi antar makhluk. Keadilan ini tidak hanya terlihat dalam hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dalam bagaimana manusia saling berinteraksi satu sama lain.
Keadilan Penciptaan
Allah SWT menciptakan alam semesta dengan kesempurnaan yang luar biasa. Setiap elemen di dalamnya berfungsi sesuai dengan kehendak-Nya, tanpa cacat atau kekurangan. Ini menunjukkan bahwa keadilan dalam Islam mencakup pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana segala sesuatu diciptakan dan berfungsi dalam harmoni. Kerusakan yang terjadi di dunia ini, seperti yang dinyatakan dalam Al-Qur'an (QS. al-Rum: 41), adalah akibat dari tindakan manusia, bukan dari ketidakadilan Tuhan.
Manusia, sebagai makhluk yang diberi akal, memiliki tanggung jawab untuk berlaku adil. Allah tidak pernah berbuat zalim, bahkan tidak seberat biji sawi. Sebaliknya, kezaliman yang ada di dunia ini sering kali disebabkan oleh kesombongan dan tindakan manusia itu sendiri. Dalam QS. al-Nisa’: 40, Allah menegaskan bahwa manusia lah yang sering kali berbuat zalim terhadap diri mereka sendiri dan orang lain.
Keadilan antar Manusia
Dalam interaksi sosial, manusia diharapkan untuk saling memperlakukan satu sama lain dengan baik, penuh kasih sayang, dan saling menghormati. Keadilan dalam konteks ini berarti memberikan hak-hak kepada orang lain dan tidak mendiskriminasi berdasarkan status sosial, kekayaan, atau latar belakang.
Pengertian Adil dalam Al-Qur'an
Untuk memahami makna kata “adil” dalam Islam, penting untuk merujuk pada Al-Qur'an, Hadis, dan kamus bahasa Arab. Dalam Al-Qur'an, kata “adil” muncul sebanyak 28 kali dalam berbagai bentuk. Beberapa contohnya terdapat dalam surat an-Nisa, seperti ayat 3, 58, dan 135, serta dalam surat al-Baqarah dan al-An’âm.
Salah satu ayat yang menyoroti pentingnya keadilan adalah QS. an-Nisa: 58, yang menyatakan bahwa Allah memerintahkan umat-Nya untuk menyampaikan amanah dan menetapkan hukum dengan adil. Ayat ini menekankan bahwa keadilan adalah bagian integral dari ajaran Islam.
Perbedaan antara Adil dan Qisth
Dalam bahasa Arab, “adil” (الْعَدْلُ) dan “qisth” (القِسْطُ) memiliki makna yang berbeda meskipun sering dianggap serupa. Kata “adil” lebih berfokus pada konsep moral dan spiritual, sedangkan “qisth” lebih berkaitan dengan ukuran, proporsi, dan hal-hal yang dapat diukur secara fisik. Dengan kata lain, adil mencakup aspek yang lebih luas, termasuk keadilan emosional dan spiritual, sementara qisth lebih terfokus pada aspek yang tampak dan dapat dihitung.
Kedua kata ini menunjukkan bahwa keadilan dalam Islam tidak hanya tentang kesetaraan dalam hal materi, tetapi juga mencakup keadilan dalam hal kasih sayang, perhatian, dan pengertian antar sesama. Dalam konteks ini, adil berarti memberikan hak-hak yang sepatutnya kepada setiap individu, sedangkan qisth lebih kepada pembagian yang adil dalam hal fisik.
Keadilan yang Seimbang
Dalam Islam, keadilan bukan hanya tentang memberikan hak secara merata, tetapi juga tentang memastikan bahwa setiap tindakan didasarkan pada prinsip kebenaran dan keadilan. Ini berarti bahwa keadilan harus dipahami dalam konteks yang lebih luas, yang mencakup baik aspek fisik maupun spiritual.
Sebagai contoh, dalam hal pembagian warisan, keadilan tidak hanya dilihat dari segi jumlah harta yang dibagikan, tetapi juga dari segi kasih sayang dan perhatian yang diberikan kepada anggota keluarga. Keadilan dalam Islam mengajak kita untuk melihat lebih dalam dari sekadar angka dan proporsi, tetapi juga mempertimbangkan perasaan dan kebutuhan emosional orang lain.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, keadilan dalam Islam adalah konsep yang kompleks dan mendalam. Ini mencakup tidak hanya tindakan fisik, tetapi juga aspek moral dan spiritual dari kehidupan. Memahami makna kata “adil” dan “qisth” membantu kita untuk lebih menghargai prinsip-prinsip keadilan yang diajarkan dalam agama ini.
Dengan demikian, kita diharapkan dapat menerapkan keadilan dalam setiap aspek kehidupan kita, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia.
Baca selengkapnya di Batuter.Com Link Center : https://tautanku.com/batutercom
The Interview: Liberty CEO Adil Mehboob-Khan on its 150th anniversary collection and global ambitions - TheIndustry.fashion
This October, Liberty London marks a staggering milestone: 150 years of pioneering retail, iconic prints and a unique approach to luxury that feels simultaneously democratic and aspirational. TheIndustry.fashion sat down with CEO Adil Mehboob-Khan in Liberty’s hallowed halls (restaurant Three Sixty, to be exact), to hear about how the storied retailer is celebrating its anniversary with limited…
Makna Alinea Kedua Pembukaan UUD 1945: Jembatan Menuju Indonesia Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil, dan Makmur
JAKARTA, Kebumen24.com – Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 tidak hanya menjadi landasan konstitusi negara, tetapi juga sarat dengan cita-cita luhur bangsa Indonesia. Di dalamnya terkandung semangat perjuangan, nilai-nilai moral, hingga panduan arah pembangunan nasional. Continue reading Makna Alinea Kedua Pembukaan UUD 1945: Jembatan Menuju Indonesia Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil,…
Harta Koruptor Wajib Disita: Islam Tegas, Adil dan Transparan
SURAU.CO – Hingga kini, pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset masih terus mengalami tarik-ulur di DPR. Publik sudah lelah mendengar alasan klasik: “masih perlu pendalaman”, “butuh sinkronisasi”, “belum ada kesepahaman antar-fraksi”, “tidak sesuai dengan karakter hukum di Indonesia”, “menunggu persetujuan rakyat”, dll. Semua alasan ini pada hakikatnya adalah cermin adanya…
England vs South Africa - First ODI: Adil Rashid takes two wickets followed by six in bizarre ending
In a bizarre ending, Adil Rashid takes two wickets in two balls with South Africa needing one run to win before Dewald Brevis hits the England spinner back over his head for six to claim a comfortable seven-wicket victory in the first ODI at Headingley. MATCH REPORT: England given brutal reality check by South Africa Available to UK users only.
Membincang Makna Kata Adîl dan Qisth di Dalam Al-Qur’ân
“`html Memahami Keadilan dalam Islam
Dalam konteks ajaran Islam, konsep keadilan mencakup dua dimensi utama. Pertama, keadilan yang terjalin antara Khalîq (Pencipta) dan makhluk-Nya, serta kedua, keadilan yang terjalin antar sesama makhluk. Kedua aspek ini saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.
Keadilan Pencipta dan Ciptaan-Nya
Allah SWT telah menciptakan alam semesta dengan kesempurnaan yang luar biasa. Segala sesuatu yang ada di dalamnya adalah hasil dari kehendak-Nya yang mutlak, sehingga semua berjalan sesuai dengan sunnatullâh. Dalam penciptaan ini, setiap elemen saling berhubungan dan tidak ada cacat sedikit pun. Ini adalah gambaran luas dari keadilan dalam Islam.
Namun, kerusakan yang terjadi di dunia ini sering kali disebabkan oleh tindakan manusia itu sendiri, sebagaimana diungkapkan dalam (QS. al-Rum: 41). Allah telah berbuat seadil-adilnya, sementara manusia sering kali berbuat tidak adil, baik terhadap sesamanya maupun terhadap diri mereka sendiri.
Allah dan Keadilan
Jika kita menilai, Allah tidak pernah berbuat zâlim meskipun seberat biji sawi. Sebaliknya, kezaliman yang merajalela di dunia ini adalah akibat dari kesombongan manusia. Dalam (QS. al-Nisa’: 40), Allah menegaskan bahwa Dia tidak berbuat zalim kepada manusia, tetapi manusialah yang berbuat zalim terhadap diri mereka sendiri.
Dalam hubungan antar manusia, kita dituntut untuk saling memperlakukan dengan baik, penuh kasih sayang, saling membantu, serta saling menghormati. Ini adalah bagian dari keadilan yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Definisi Keadilan dalam Al-Qur’an
Untuk memahami makna kata adîl dalam Islam, penting untuk merujuk kepada definisi dalam Al-Qur’an, Hadist, dan kamus bahasa Arab. Sumber ilmu dalam Islam berasal dari Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Kata adil muncul sebanyak 28 kali dalam Al-Qur’an dengan berbagai bentuk, termasuk dalam surat-surat seperti an-Nisa dan al-Baqarah.
Contoh Ayat tentang Keadilan
Misalnya, dalam surat an-Nisa ayat 3, Allah berfirman: “Jika kamu khawatir tidak mampu berlaku adil terhadap perempuan yatim, maka nikahilah perempuan lain yang kamu senangi…”
Dalam surat an-Nisa ayat 58, Allah juga berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Jika kamu menetapkan hukum, hendaklah kamu tetapkan secara adil…”
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa keadilan, atau ‘adl dalam bahasa Arab, memiliki makna yang dalam dan luas. Meskipun ‘adl dan qisth terlihat serupa, keduanya memiliki nuansa yang berbeda.
Perbedaan Antara ‘Adl dan Qisth
Dalam bahasa Arab, ‘adl lebih menekankan pada aspek jiwa dan moral, sedangkan qisth lebih berfokus pada ukuran dan timbangan. ‘Adl berkaitan dengan keadilan secara fisik dan metafisik, mencakup hal-hal seperti pembagian harta waris dan kasih sayang. Sementara qisth lebih kepada hal-hal yang dapat diukur secara fisik, seperti memberikan uang atau barang secara adil.
Dengan demikian, keadilan dalam Islam bukan hanya tentang kesetaraan dalam hak dan kewajiban, tetapi juga tentang kebenaran dan ketidakberpihakan. Keadilan adalah sesuatu yang lurus dan tidak memihak.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pemahaman tentang keadilan dalam Islam sangatlah mendalam dan kompleks. Keadilan tidak hanya sekadar tentang tindakan yang terlihat, tetapi juga mencakup aspek moral dan spiritual. Dalam setiap tindakan kita, penting untuk selalu berpegang pada prinsip keadilan yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan sunnah.
Wallahua’lam Bish Shawâb
Penulis: Jalaluddin At-Tidi, Mahasiswa Pascasarjana S2 Magister Bahasa, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Jurusan Bahasa Arab
Membincang Makna Kata Adîl dan Qisth di Dalam Al-Qur’ân
Di dalam Islam, bentuk keadilan meliputi dua aspek besar. Seperti keadilan dalam bentuk hubungan Khalîq (pencipta) dan makhluk (penciptaan), kemudian keadilan dalam bentuk hubungan sesama makhluk.
Dan keduanya saling memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lain. Seperti keadilan pencipta dengan penciptaannya, Allah SWT, telah menciptakan dunia dan seisinya dengan kesatuan yang sempurna, semua yang terjadi di dalamnya adalah mutlak atas kehendak Tuhan yang maha kuasa, sehingga semua yang ada di dalamnya berjalan sesuai dengan sunnatullâh.
Sehingga, dalam penciptaan alam semesta ini antara satu dan yang lainnya memilik satu kesatuan yang sempurna. Sehingga tidak ditemukan kecacatan dan kekurangan sedikit pun dalam ciptaan Allah SWT. Inilah makna keadilan dalam pengertian yang sangat luas.
Sebab demikian, kerusakan-kerusakan yang terjadi pada alam semesta, tidak lain hanyalah akibat dari ulah tangan manusia itu sendiri (QS. al-Rum: 41). Kemudian terhadap manusia, Allah juga telah melakukan tindakan yang seadil-adilnya. Manusialah yang berbuat tidak adil terhadap sesamanya dan bahkan terhadap dirinya sendiri.
Jika ditimbang, Allah tidak berbuat zâlim seberat “biji sawi” pun, sedangkan kezaliman yang merajalela di bumi ini tidak lain dari akibat kesombongan manusia sendiri. “Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.” (Q.S. al-Nisa’: 40). Sedangkan terhadap sesama makhluk, manusia dituntut untuk saling memperlakukan manusia satu baik dan benar, penuh kasih sayang, saling tolong menolong, memiliki tenggang rasa, dan saling menghormati serta menghargai.
Pengertian Kata Adil Dalam Islam
Pada posisi ini, untuk mengetahui makna dari kata adîl menurut Islam. Maka hal yang pertama kali dilakukan adalah perlunya peninjauan kembali terhadap definisi kata adil dalam al-Qur’an, Hadist, dan kamus-kamus bahasa Arab. Hal ini dilakukan, karena sumber ilmu dalam Islam adalah dari al-Qur’an dan al-Sunnah.
Karena itu, peneliti akan memaparkan beberapa ayat al -Qur’an yang menyebutkan kata adil dan padanannya. Kendati demikian kata adil disebutkan di dalam al-Qur’an sebanyak 28 kali dalam bentuk yang berbeda. Di antaranya terdapat pada surat an-Nisa ayat 3, 58 dan 135, al-Baqarah ayat 282, al-An’âm ayat 152 dan dalam surat yang lainnya.
“Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim”.
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. an-Nisa: 58)
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan dan saksi karena Allah, walaupun kesaksian itu memberatkan dirimu sendiri, ibu bapakmu, atau kerabatmu.
Jika dia (yang diberatkan dalam kesaksian) kaya atau miskin, Allah lebih layak tahu (kemaslahatan) keduanya. Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang (dari kebenaran). Jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau berpaling (enggan menjadi saksi), sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan”. (Q.S. an-Nisa : 135).
Secara akal sehat, Ayat-ayat di atas menjadi sangat jelas bahwa (keadilan) dalam bahasa Indonesia atau ‘adl dalam bahasa Arab, atau al-qisth. Sekilas bila dibaca dan dipahami dari terjemahan ayat-ayat di atas, seakan-akan kata ‘adl dan qisth adalah sama. Sepintas secara zohir kata al-‘Adl dan al-Qisth adalah sama, namun perlu diingat bahwa tidak ada sinonim (persamaan kata) dalam al-Qur’an secara haqiqî.
Hal ini, merupakan bentuk penegasan bahwa bahasa Arab al-Qur’an memiliki ‘Ijâz atau keistimewaan bila dibandingkan dengan bahasa Arab sehari-hari. Bila dalam al-Qur’an ada kata yang disebutkan secara bersamaan dalam satu ayat sekaligus tanpa terpisah, ini menunjukkan kemuliaan dan kesempurnaan bahasa al- Qur’an (Saleh et al., 2021). Jika melihat ayat-ayat di atas, agar memudahkan kita dalam menelusuri makna sebenarnya dari kedua kata tersebut (al-‘adl dan al-Qisth), maka perlu merujuk kepada kamus bahasa Arab yang mashur dan yang menjadi rujukan primer dalam bahasa Arab, di antaranya adalah kamus lisânul Arab karya Ibn Manzur.
Kata adil atau العَدْلُ dalam Bahasa Arab, merupakan ism mashdar dari kata عَدَلَ fi’il madhi (kata kerja masa lampau) dan يَعْدِلُ mudhori’ (kata kerja sekarang). Kata ini merupakan fiil mujarrâd (kata kerja asli). Yang terdiri dari tiga huruf yaitu huruf ع, د , ل sehingga dari asalnya kata ini secara bahasa (lughowi) berarti مستقيم (lurus), tidak berpihak ((لايميل dan (المَرْضِيُّ قولهُ وحكمهُ) diterima ucapan dan ketetapannya (Ibn Manzur, Lisanul Arab) 430 jilid 11. Sedangkan kata القسطُ asal katanya adalah قَسَطَ yang berarti المقدار (kadar, jumlah), الحصَّةُ (bagian), الميزانُ (neraca, timbangan), (lisanul Arab, Ibnu manzur. 377, jilid 7). Adil lebih menjerumus kepada konsep jiwa. Sedangkan al-qisth lebih fokus pada ukuran, jumlah, timbangan dari konsep adil tersebut.
Adapun, lawan kata dari al’Adl adalah kezaliman (الظلم) al-Zulmu. Maka siapa pun yang tidak adil sejatinya dia sudah melakukan kezaliman (Suliyono, 2020). Dan apa pun bentuk ketetapan yang tidak terdapat konsep keadilan, sejatinya ketetapan itu adalah ketetapan yang zholim (Umam, 2016, p. 105).
Dengan demikian, arti dari kata al-‘Adl lebih berfokus kepada hal-hal yang bersifat fisik dan metafisik atau bersifat jasmaniyah dan rohaniyah atau dzohir dan batin, seperti “pembagian harta waris, perkara kasih sayang, perhatian, dan cinta”. Sedangkan, makna dari kata al-Qisth adalah berfokus pada hal-hal yang bersifat dzohir saja, yaitu segala sesuatu yang dapat di indra serta dapat di ukur seperti “memberikan uang, memberikan emas, membagikan beras secara merata”.
Karena itu, keadilan dalam Islam tidak hanya bermakna sama rata dalam hak dan kewajiban sebagaimana pengertian keadilan yang bersumber dari Barat dan digaung-gaung kan lewat media mereka. Akan tetapi, definisi dan konsep keadilan haruslah sejalan dengan makna kata itu sendiri. Sebagaimana telah disebutkan di Atas, bahwa keadilan adalah sesuatu yang lurus atau benar, tidak berpihak.
Wallahua’lam Bish Shawâb
Penulis: Jalaluddin At-Tidi, Mahasiswa Pascasarjana S2 Magister Bahasa, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Jurusan Bahasa Arab
Zaman en adil kavramdır. Kimse zamanı satın alamaz, kimse yeni bir dakika icat edemez. Ha vaktin boşa gitmiştir ha gitmemiştir. Kimse zamanı geriye alamaz ya da ileriye saramaz. Zaman, herkesin eşit pay aldığı ama kimsenin tam anlamıyla değerlendiremediği tek kavramdır. Onu nasıl kullandığın, kim olduğunu belirler.“
Lahmuddin: Seluruh Siswa Harus dapat Akses Pendidikan yang Adil dan Berkualitas
Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali menegaskan, setiap anak didik mendapat akses pendidikan yang merata, adil dan berkualitas. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali ketika membuka Launching seleksi penerimaan murid baru (SPMB) diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo, bertempat di Grand Amalia Hotel, Tilamuta, Selasa…
Akses Kesehatan Bagi Warga Kabgor, Bupati Sofyan: Harus Adil dan Merata
Hargo.co.id, GORONTALO – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo memastikan akses layanan kesehatan dapat dinikmati secara adil dan merata oleh seluruh lapisan warga masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Sofyan saat membuka forum komunikasi strategi pencapaian universal health coverage (UHC) Kabupaten Gorontalo tahun 2025, yang digelar di Ruang Dulohupa, Kantor…
Komitmen Bangun Sistem Kepegawaian Berbasis Merit System Di Lingkungan Kementerian Kehutanan
INTINEWS.CO.ID, PERS RILIS – Komitmen bangun sistem kepegawaian berbasis merit system di lingkungan Kementerian Kehutanan. Ilustrasi, dokumen INTINEWS.Co.Id (22/4). Perihal ini pun diketahui melalui Siaran Pers Nomor: SP.041/HUMAS/PPIP/HMS.3/04/2025, berikut ini kutipannya; Menteri Kehutanan menegaskan komitmennya dalam membangun sistem kepegawaian berbasis merit (merit system) di lingkungan…