#Ismail

20 posts loaded — scroll for more

Text
obatsakit2011-blog-blog-blog
obatsakit2011-blog-blog-blog

Lihat postingan ini… “Berapa Umur Ismail saat Disembelih”.

Text
obatsakit2011-blog-blog-blog
obatsakit2011-blog-blog-blog

Umur Berapa Nabi Ismail as Disembelih

Text
dys-tubo
dys-tubo

💖

Text
gizantara
gizantara

Saat Tuhan Membongkar Grand Design

Di momen qurban ini, hampir banyak bertebaran narasi tentang keluarga Ibrahim. Either “tiap diri kita adalah Ibrahim yang punya Ismail yang harus dikorbankan” or “menyembelih sifat kebinatangan”, or kisah heroisme yang merangkum relasi antar anggota keluarga (suami-istri, ayah-ibu-anak).

Tapi aku ingin coba mendalamkannya lebih lanjut, bahwa serangkaian kisah menjelang qurban itu perlu di-zoom out juga. Dalam arti, kita nggak lihat ini sekedar hubungan pengorbanan ayah-anak aja.

Bayangin, narasi ayah-anak itu aja udah luar biasa kan? Gimana kalau di-zoom out dalam peran Ibrahim yang lebih besar daripada sekedar ayah?

Kisah qurban nggak cuma relasi vertikal Ibrahim-Ismail. Kalau dicermati lebih dalam, rangkaian peristiwa ini justru mengungkap proyek besar yakni Ibrahim sebagai arsitek peradaban. Beliau membawa grand design bernama baladan aminan (negeri yang aman sentosa).

Ini konsep atau konstruk yang megah, cerdas, dan visioner. Bayangin, sekian ribu tahun sebelum masehi, ada orang yang ingin membuat “surga di dunia” ketika yang lainnya masih dalam pemujaan kepada patung, bintang, dan penguasa.

Konsep “baladah” ini (sayangnya) sering direduksi jadi sekadar “negara” dalam pemahaman modern. Yah, simply keterbatasan definisi operasional aja, bahwa sekarang masih mentok di “negara”. Padahal, baladah lebih dari sekadar teritorial. Baladah mencakup tatanan masyarakat berlandaskan “kalimat yang baik” beserta seluruh kelengkapan yang tidak dibatasi oleh teritorial (14 : 24-25)

Oke.. selanjutnya di pikiran seorang Ibrahim, “baladan aminan” itu tatarannya masih konseptual yang abstrak sehingga membutuhkan “operasionalisasi” konkret yang berkelanjutan.

(pembelajaran tentang konstruk, definisi konseptual, dan operasional dari matkulku sangat berguna ternyata)

Tujuan dari baladan aminan sendiri tertera jelas dalam doa Ibrahim (15 : 35-36), “agar anak cucuku tidak menyembah berhala.” Intinya keselamatan peradaban. Tuh kan, apa kubilang, beliau ingin bikin “darussalam” alias surga versi di Bumi yang berkelanjutan. Kalian harus ngerti betapa megahnya misi penyelamatan ini. Oh ya, keselamatan di sini bukan cuma fisik ya, melainkan juga pembebasan dari segala bentuk “kecelakaan” akal, moral, mental, spiritual, apapun itu.

Oke. Kita udah punya ide/konsep/konstruk, udah jelas juga tujuannya mulia. Sekarang siapa yang mengoperasikannya?

Ibrahim berdoa memohon “anak yang saleh” (Ash-Shaffat: 100). Allah mengabulkannya, tapi nggak instan. Ibrahim harus nunggu sekian tahun sampai Ismail lahir. Begitu memiliki putra, harapannya pun mengkristal. Ismail akan menjadi operator utama yang melanjutkan estafet peradaban.

Tapi ujian tak terduga menghantam. Mimpi penyembelihan meruntuhkan seluruh rencana operasional yang mungkin telah Ibrahim susun. Bayangkan, anak satu-satunya yang diharap menjadi penerus, justru diperintahkan untuk dikorbankan. Secara langsung seperti “memotong mata rantai keselamatan dan cita-cita” kan? Logika manusia mana yang bisa menerimanya? Ekspektasi Ibrahim “berantakan”. Ia seolah harus memulai lagi dari nol. (Saat itu belum ada Ishaq juga kan?)

So, pelajarannya adalah..

Bahkan tujuan mulia sekalipun jangan sampai membuat kita terjebak dalam “penyembahan rencana”

Seringnya, ketika kita udah yakin merancang masterplan terbaik untuk kebaikan, kita lupa bahwa ruang takdir lebih luas dari skema akal kita. Kita merasa berhak “dimuluskan” jalan hanya karena tujuannya benar. Padahal, bisa jadi kita sedang menjadikan blueprint dalam kepala sendiri sebagai berhala.

Respon Ismail menggenapkan hikmah ini. Sadarkah Ismail bahwa dialah calon penerus estafet? Tentu! Maka normalnya ia protes, “ayah, jika aku disembelih, siapa yang akan mengeksekusi rancangan ayah?” atau, “ayah, bukankah penyembelihanku akan membuat ayah mengulang rencana itu dari nol? Buat apa ibu dan ayah susah-susah mendidikku hanya untuk menyembelihku?”

Tapi ia memilih kata lain. “Laksanakanlah mimpi itu. Mudah-mudahan kau akan temui aku termasuk orang yang sabar” (Ash-Shaffat: 102)

MERINDING COY!

Semuanya nggak masuk akal. Tapi sabar adalah trusting Allah when nothing makes sense. Maka Ismail berharap termasuk ke dalamnya. Apalagi Ismail adalah hasil didikan seorang ibu yang lebih dulu diuji “kemampuan percaya pada hal yang nggak masuk akal”-nya.

Aku pribadi, nggak bisa bayangin posisi Ibrahim. Like.. orang secerdas itu, se-masterplanner itu, harus mengulang rencana dari nol, di saat si “operator” sedang matang-matangnya! Nggak ada miss sedikitpun dari rencananya. Tujuan udah bener, konsep udah ajeg. Tinggal eksekusi ajaaa!! Semua rencana harus hancur justru di waktu yang tepat untuk dieksekusi. Kayak disuruh berhenti berjuang saat lagi semangat-semangatnya 🤯

Tapi Ibrahim berhasil. Ismail berhasil. Maka salam sejahtera untuk keduanya yang telah melewati ujian yang besar.

Bahkan Ibrahim dikasih satu lagi kabar gembira yang nggak beliau duga. Kelahiran Ishaq. Ibrahim tadinya nggak apa-apa kalau cuma Ismail aja, toh Ismail adalah anak yang sabar. Artinya, Ismail punya kemampuan “memulai dari nol” bersama ibunya untuk membangun formula peradaban di lembah Bakkah (sekarang Mekkah) sementara ayahnya hijrah ke mana-mana. Yang kemudian karakteristik tantangan Ismail juga kemungkinan besar nggak mirip dengan bapaknya dan saudaranya (Ishaq).

Tapi kelahiran Ishaq menyempurnakan grand design itu. Allah kasih “anak yang pandai” yang artinya bisa cepat memahami konteks dari peradaban yang udah dibangun Ibrahim sebelumnya. Dia tau harus ngapain dari apa yang udah dikerjakan bapaknya. Ibaratnya: Ismail itu buka lahan baru bersama ibunya (Hajar), dan Ishaq itu melanjutkan garapan Ibrahim bersama ibunya (Sarah).

Doa penutupnya indah sekali.

Sampai di sini penceritaanku, untuk hal lainnya tentang Ibrahim bisa cek ke tulisanku sebelumnya:

— Giza, selalu ada pembelajaran baru setiap tahun tentang keluarga ini

Text
suraudotco
suraudotco

Mewujudkan Generasi Emas Ismail Abad Dua Puluh Satu (21)

Hari raya Idul Adha merupakan pesan langit yang mendarat di Bumi. Pesan itu difirmankan Allah SWT belasan abad lalu kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail AS. Peristiwa tersebut merupakan pesan simbolik agama untuk mengajak umat Islam terus meneladani kesalehan pengorbanan Nabi Ibrahim dan ketegaran jiwa Nabi Ismail. Idul Adha adalah satu dari dua hari Raya yang sangat…

Text
a2zsportsnews
a2zsportsnews

Domestic cricket stalwart Abdul Ismail passes away at the age of 79

Abdul Ismail, a domestic cricket stalwart who earned the title of ‘Sultan of Swing’ due to his exploits for Mumbai (then Bombay), passed away due to a cardiac arrest in Mumbai on Friday. He was 79.
In a First-Class career spanning a decade since 1969, Ismail was the leader of Mumbai’s pace pack in the 1970s.
He scalped 244 wickets at an average of 18.08 in 75 First-Class appearances. Besides…

Text
skycu
skycu
Text
tasran
tasran

28Feb2k25: Tanweer’s Wedding at Shah Mansoor, Swabi

Text
tuspik
tuspik
Text
drjacquescoulardeau
drjacquescoulardeau

Réseau Européen des Sites Casadéens

Conférence présentée le 13 juillet 2024

La Révolution Bénédictine Casadéenne

du Livradois-Forez

L’enregistrement de la conférence est accessible librement sur le site :

Radiosupeyres.org

Les recherches effectuées par nos intervenants sont publiées dans le Ebook présenté ci-dessous

La Réforme Carolingienne de Charlemagne, réforme sur laquelle nous vivons encore : les 52 dimanches et quelques fêtes comme Noël, Pâques, l’Assomption et Toussaint. Il s’agit de comprendre le passage de la société esclavagiste d’avant les Carolingiens à la société féodale qui pour notre Livradois-Forez introduit une révolution verte sans précédent, une gestion de l’eau en drainage et irrigation sans équivalent sauf à Babylone. Les Bénédictins ont largement contribué à cette évolution :

Les Bénédictins casadéens introduisirent les moulins à eau qui purent alimenter en énergie mécanique les moulins à grain, à tan, à huile, et les moulins à foulon pour le chanvre et plus tard le papier. Ils purent aussi aider à la mise en place et au fonctionnement des métiers à tresser qui firent du Livradois la patrie du cordage et donc du câble, technologie que l’entreprise Omerin développe et exploite encore aujourd’hui au niveau mondial, l’usine d’Olliergues (aujourd’hui fermée mais entretenue) fonctionnant à l’énergie hydraulique de la Repote, gentille rivière Forézienne, affluent de la Dore.

Ils ont aussi construit nombre d’églises romanes, riches de chapiteaux historiés, de fresques, de vitraux, et de souterraines circulations aquatiques, de statues de la Vierge, représentée debout ou en majesté, portant toujours l’enfant Jésus, que nous pouvons admirer aujourd’hui…

Auteurs : Jacques COULARDEAU, Clément GOMY , Ludivine BOURDUGE , Xavier OMERIN

EBOOK : Format Kindle - Prix Kindle : 6,00 € TTC - Vendu par : Amazon Media EU S.à r.l.

Détails sur le produit

- ASIN : B0D9554YXK

- Éditeur : Éd. La Dondaine 1ère édition (8 juillet 2024)

- Langue : Français et Anglais

- Taille du fichier : 8822 KB

- Utilisation simultanée de l'appareil : Illimité

- Synthèse vocale : Activée

- Lecteur d’écran : Pris en charge

- Confort de lecture : Activé

-Word Wise : Non activé

- Pense-bêtes : Sur Kindle Scribe

- Nombre de pages de l'édition imprimée : 289 pages

© Les auteurs et autrices, juillet 2024 - Tous droits de reproduction, d’adaptation et de traduction, intégrale ou partielle, réservés pour tout pays. L’auteur ou l’autrice est seul(e) propriétaire des droits et responsables du contenu du livre.Publié par Éditions La Dondaine, Olliergues, France, 2024. Distribué par Kindle Direct Publishing sur les plateformes commerciales d’Amazon.

Text
romios-gr
romios-gr

Νεκρός από ισραηλινό πύραυλο ο ηγέτης της Hamas, Ismail Haniyeh στο Ιράν – Βράζουν οι Άραβες για εκδίκηση, χάος στη Μέση Ανατολή
Για σκληρή απάντηση προειδοποιεί η Hamas – Νεκρός ο διοικητής της Hezbollah Fuad Shukr μετά από ισραηλινό πυραυλικό πλήγμα στη Βηρυτό του Λιβάνου.

Νεκρός είναι ο πολιτικός ηγέτης της Hamas, Ismail Haniyeh, ο οποίος δολοφονήθηκε σε κατοικία στη βόρεια Τεχεράνη, σ…

Περισσότερα εδώ: https://romios.gr/nekros-apo-israilino-pyraylo-o-igetis-tis-hamas-ismail-haniyeh-sto-iran-vrazoyn-oi-araves-gia-ekdikisi-chaos-sti-mesi-anatoli/

Text
sebiruhariini
sebiruhariini

“Ikhlas itu bukan berarti ringan, ya bapak, ibu. Ikhlas itu ada kalanya berat, berat sekali. Lihatlah Nabi Ibrahim as yang rasanya pasti berat mencoba mengikhlaskan anak yang sudah lama dinanti, Ismail untuk disembelih atas dasar perintah Allah swt. Apakah lantas kita menganggap Nabi Ibrahim as tidak Ikhlas?”

- Ustadz Salim A.Fillah

Text
nakedsnakemsf
nakedsnakemsf
Text
chloeworships
chloeworships

3️⃣ Did you say??? 👀

From the top down ⤵️

Also four nights ago I heard the names Mohammad. Today I learned a terrorist financier with the same name was found dead.

The night before last, I saw:

“DEADK”

Of course Hamas will continue its campaign against Israel 🇮🇱 having the audacity to say these killings are about revenge when what they did on October 7th was actually murder and revenge not retribution, makes me realize the moral depravity in this situation. 🤦🏾‍♀️

Also these were 3 grown sons etc.

When you don’t care about your children or your legacy you leave them in danger. Great job! The Dad of the year award surely doesn’t belong to Ismail ⤵️ They don’t care about their own children but want the world to care about the children of Palestinians. The hypocrisy is staggering and manipulative as they prey on the sympathy of westerners. “OH MY GOD THE CHILDREN, THE CHILDREN” but they’re ok with martyring their own?

lol right 🙄

Interestingly on the same night the LORD held a meeting 📅 👀

Seriously it’s time for the west to show some courage and strength because these ppl see us as weak and they are exploiting our weaknesses. If Americans, Canadians and Europeans can’t see this then idk 🤷🏾‍♀️ Not even other Arab countries care as much.

Text
laivinduroriginal
laivinduroriginal

Rusia a bombardat porturile Reni și Ismail, MApN a monitorizat situatia

În cursul nopții de 9/10 februarie, forțele ruse au executat atacuri cu drone asupra infrastructurii portuare ucrainene de la Ismail și Reni, în proximitatea graniței dintre Ucraina și România. 

Ministerul Apărării Naționale a monitorizat situația în zona de frontieră și a activat procedurile de Poliție Aeriană, notificând la ora 00.26 Inspectoratul General pentru Situații de Urgență cu privire…


View On WordPress

Text
alperen1emre
alperen1emre

Ne yazdın ya leblebi mi yazdın dedikten sonra delirmesi peki NANEEMSNQKEBDH

Text
froginakettle
froginakettle

How many Palestinians do you know by name?

None

1

2-5

6-10

more than 10

I am Palestinian

See Results

Tag the names you know

Text
ember-knights
ember-knights

Everyone needs to watch this short movie “Ismail” If you haven’t already. It is inspired by the life of the painter Ismail Shammout, and is set during 1948, Palestine.

(YouTube description contains spoilers.)

Text
alperen1emre
alperen1emre

Ben galiba gerçekten aşık değilim BWBWNSMQBWHS

Text
lost-in-music-and-memories-1998
lost-in-music-and-memories-1998

Yes, I look happy, happy all the time,

But you don’t see me, see me when I cry.

‘Cause I’m a master, master of pretending,

Lately never ending.

When does this all make any sense to me?

- Ismail, Closed Doors