#trainread

3 posts loaded — scroll for more

Photo
fareissabraham
fareissabraham

Bunyi Sunyi

Sunyi. Apatah ada, suara lain, seindah kesunyian? Sunyi tidak butuh suara untuk bisa jadi irama. Sunyi menyusun nada di daun telinga. Manusia mencerna alunannya, menciptakan lagunya.
.
Sunyi, adalah komoditi paling langka. Boleh jadi, ia yang paling dicari hari ini. Paling tidak, bagi mereka yang sudah bosan dengan bising bunyi mesin industri, klakson berisik segala transportasi, janji manis politisi ingkar janji.
.
Di bangku ujung kanan, kurang satu saja sampai ke belakang. Terlintas dalam benak si kakek, ingatan tentang zaman. Zaman hitam putih, di mana manusia tertawa bahagia, cukup karena memakai mata. Tak perlu dengar banyak kata.
.
Graham Bell, sempat membuat dunia si kakek penuh suara. Namun, hari- hari itu tidak berlangsung lama. Manusia yang tadinya mengikat telepon karena berisik, hari ini kebalikannya. Telepon-lah yang mengikat manusia. Mungkin karena alasan yang sama.
.
Kakek sesekali memutar pena. Memikirkan dawuh dokter tentang kadar gulanya. “Note” kecil, seperti biasa di pangkuannya. Dari balik kaca, pandangannya menjelajah trotoar asrama. Mencari- cari lagu yang dapat dituliskannya.
.
Seorang pemuda paruh baya, memaki- maki tembok, kiranya. Praduganya ternyata bersalah. Pemuda itu sedang memarahi sesosok di dunia maya. Absahlah tesisnya, tentang manusia yang terikat oleh telepon genggamnya.
.
Marahnya itu berisik. Semakin tinggi frekuensi suaranya, semakin memanas, musim panas dibuatnya. Ikhtisar-nya satu melihat yang itu; ia tumpahkan kesannya itu, di catatan kecilnya. Kala suasana kereta mulai sepi, ia goreskan beberapa susun kata:
.
“Kamu akan jatuh hati pada kereta. Cepat atau lambat kamu akan menyadarinya; bahwa kereta terkadang terasa lebih ‘rumah’ ketimbang rumahmu sendiri”. Di sana, ia tidak mengenal siapa-siapa. Ia tidak perlu berlakon sayang, pura-pura.
.
“Musik ada di mana- mana. Yang perlu manusia lakukan, hanyalah memasang telinga”, begitu tulis si kakek. “Tak terkecuali di kereta, lagu manusia ragam banyak iramanya. Namun sulit rasanya untuk diterka, apabila sunyi tidak mengeluarkan bunyinya.”

#trainread#trainreading#silent

📷 Yasmeen Asim (di مدينه نصر)
https://www.instagram.com/p/By6vkgonchz/?igshid=1xgx7va6g3geu

photo
Photo
paulreichstein
paulreichstein

After 3 months of reading playscripts I’m thrilled to indulge in an old favourite for a minute…while riding a train…my favourite place to read. I’ve devoured so many books on trains. #stephenking #thetalisman #reader #trainread 🔥🔥🔥
https://www.instagram.com/p/BxhC6zhnMDM/?igshid=867vlzveergz

photo
Photo
aninreh
aninreh

Lektura pociągowa #trainread #book (w: Dworzec Gdynia Glowna)

photo