Kasus Anak Bunuh Diri di NTT Bukti Negara Gagal Beri Perlindungan
KASUS bunuh diri anak di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur lantaran tidak bisa membayar uang sekolah dan membeli perlengkapan sekolah, menjadi sorotan serius.
Pasalnya, kasus itu menambah daftar kelam kasus bunuh diri pada anak di Indonesia.
Peristiwa itu sejatinya tidak dapat dilihat sebagai persoalan individu semata, melainkan sebagai tanda kegagalan struktural negara dalam melindungi anak-anak.
Fenomena bunuh diri pada anak dan remaja menunjukkan adanya persoalan sosial yang kompleks dan berakar pada ketimpangan struktural.
Tekanan sosial
Kasus tersebut merupakan puncak akumulasi tekanan sosial akibat kegagalan negara dalam menyediakan layanan dasar yang merata.
Saya sejujurnya menghindari menulis tentang situasi politik dan pemerintahan di Indonesia karena tidak ingin mengotori hati dengan emosi yang terkadang bisa menguasai.
Saya sedang membaca pemikiran-pemikiran Ibnu Qayyim dalam bukunya The Desease and The Cure, dan sampai pada satu bagian yang membuat termenung.

Betul memang. Di negara ini, ketidakmampuan dan kekeliruan berpikir sangat diberdayakan melalui kebodohan dan kemiskinan yang struktural dan terpelihara.
Kebodohan dan kemiskinan adalah senjata yang paling ampuh untuk menciptakan dan memelihara tirani kekuasaan karena mematikan pikiran, yang berarti mematikan kemanusiaan.
Namun, sebagaimana cuplikan pemikiran di atas, pemimpin yang diperoleh oleh suatu kaum pada akhirnya merupakan refleksi dari kualitas individu-individu yang menjadi masyarakatnya secara kolektif.
Mungkin, kita memang pantas diberikan pemimpin seperti ini.
Mungkin, korupsi dan ketidakadilan yangmenggerogoti negara ini tidak sepenuhnya terlepas dari rakyatnya.
Mungkin, segala kekacauan dan kedzaliman di negara ini merupakan cerminan langsung dari kekacauan moral masyarakatnya. Mungkin, memang kita adalah inti dari masalah.
Mungkin, ketika kita menunjuk jari kepada mereka yang berkuasa, kita juga seharusnya merenungkan apa yang perlu kita ubah dari diri kita sendiri dan dari perilaku kita.
Betapa di negara yang rakyatnya mengaku religius dan dermawan ini, normalisasi terhadap pelanggaran, pengabaian secara sadar terhadap ketidakadilan, pembiaran terhadap kedzaliman yang tidak berdampak langsung pada dirinya sendiri, adalah sesuatu yang sangat umum.
Betapa kita menikmati mengambil jarak sejauh mungkin dari segala kebenaran yang membuat tidak nyaman, memilih berlindung di bawah canopy status quo yang ilusif.
Betapa di negara ini, kebaikan dan empati sering sekali berhenti dalam limbo performative, tidak pernah benar-benar memantik domino renungan tentang kemanusiaan yang radikal.
Betapa masyarakat yang seringkali mengeluhkan economic dan social gap antar kelompok kelas tak kasat mata, betapa mudah kita berlutut di hadapan uang dan status sosial.
Jika kita tidak menyukai apa yang kita lihat, seberapa percaya diri kita untuk melihat ke dalam diri sendiri lalu bertanya, apakah saya berbeda dari mereka, apakah saya betul-betul tidak membenarkan dan tidak melakukan semua yang saya klaim tidak saya sukai?
Sekali lagi, para pemimpin yang kita peroleh adalah refleksi dari kualitas kolektif rakratnya sebagai individu. Maka sudah pantaskah kita berangan-angan mendapatkan pemimpin yang adil dan amanah?
SURAU.CO – Catatan Politik Bamsoet dan Proyeksi 2026: Merawat kondusifitas negara-bangsa menjadi salah satu aspek yang patut menjadi prioritas bersama di sepanjang tahun 2026 ini. Dalam konteks itu, para pembantu presiden didorong untuk bijaksana dalam membaca dan memahami persepsi publik tentang aspek tata kelola kebutuhan publik.
Kesigapan Alat-alat Negara
Fokus merawat kondusifitas menjadi…
Merawat Kondusifitas Negara Demi Martabat Pemerintah dan Rakyat
SURAU.CO – “Negara ini tidak hanya membutuhkan ASN yang cerdas, tetapi ASN yang jujur. Integritas adalah fondasi birokrasi. Jika fondasinya rapuh, seluruh bangunan akan runtuh.” — Peringatan Hari Amal Bakti Kemenag 2025
Pernyataan tersebut tampak singkat, namun mengandung bobot filosofis, sosiologis, dan etis yang sangat dalam. Ia bukan sekadar slogan moral, melainkan peringatan struktural…
Integritas sebagai Fondasi Negara: Refleksi Ilmiah atas Pesan Moral Birokrasi
SURAU.CO – Isu mengenai jaminan kesehatan kembali mengemuka. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini mewacanakan agar BPJS tidak lagi melayani pasien dari kalangan orang kaya. Mereka diarahkan untuk menggunakan asuransi swasta. Pasalnya, BPJS disebut sering mengalami defisit. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, BPJS hanya mencatat kondisi positif pada tahun 2016, 2019, 2020,…
Jakarta, EDITOR.ID,- Kontestan Piala Dunia 2026 mulai terus bertambah dari kuota yang disiapkan 48 Tim. Kini jumlah yang lolos ke Piala Dunia sudah mencapai 30 negara. Kroasia jadi negara terbaru yang berhasil mendapatkan tiket Piala Dunia 2026.
Kroasia yang menghadapi Kepulauan Faroe di matchday ketujuh di luar dugaan sempat dikejutkan lebih dulu oleh gol tim tamu. Geza David Turi sukses…
Inilah Daftar 30 Tim Negara yang Akan Tampil di Piala Dunia 2026
Sigit Pebrianto
Good morning, everybody. Thanks for becoming a member of BNI’s Third Quarter of 2025 Earnings Name. My title is Sigit, and I will be your host for immediately’s session. We really respect your time and your continued confidence in direction of BNI. At present’s name present us with a chance to share our progress over the previous quarter, how now we have navigated an evolving…
PT Financial institution Negara Indonesia (Persero) Tbk (PTBRY) Q3 2025 Earnings Name Transcript

Di negeri yang gemar menyusun masterplan sebelum menyusun etika, lahirlah Ibu Kota Nusantara—IKN. Sebuah proyek yang katanya monumental, tapi kadang terasa seperti buah yang dipetik sebelum matang. Dan untuk memahami absurditasnya, mari kita gunakan dua buah yang paling filosofis: apel dan anggur.
🍏 Apel: Transparansi, Logika, dan Data yang Bisa Digigit
Apel itu sederhana. Bulat, jelas, bisa dibandingkan apel dengan apel. Ia seperti data yang terstruktur, bisa diiris dan diuji. Dalam konteks IKN, apel mengajarkan kita bahwa klaim harus bisa diverifikasi. Namun, yang kita temukan seringkali adalah klaim yang sudah di-blender menjadi jus, tanpa kita tahu buahnya dari mana.
Apel mengajarkan kita bahwa klaim harus bisa diuji. Tapi di IKN, banyak klaim yang masih dalam bentuk jus—sudah di-blender sebelum kita tahu buahnya dari mana.
🍇 Anggur: Janji Manis, Fermentasi Politik, dan Mabuk Pembangunan
Anggur itu kompleks. Bisa manis, bisa asam, bisa jadi wine kalau difermentasi terlalu lama. Dalam proyek IKN, banyak janji yang terasa seperti anggur: awalnya manis, tapi berisiko memabukkan hingga kita lupa pada realitas.
Anggur mengajarkan kita bahwa sesuatu yang manis bisa memabukkan. Dan dalam IKN, “mabuk pembangunan” kadang membuat kita lupa bahwa tanah itu bukan sekadar lahan, tapi warisan sosial.
🧐 Debug Sosial: Apel Butuh Logika, Anggur Butuh Etika
Jika IKN adalah sebuah sistem, maka sistem ini penuh dengan bug. Dijual sebagai “smart forest city” 🏙️🌲, tapi hutan ditebang. Dijanjikan sebagai “Indonesia Sentris”, tapi SDM lokal belum diberi akses penuh. Dikatakan sebagai “proyek masa depan”, tapi utangnya diwariskan ke generasi berikutnya.
Apel mengajarkan kita untuk menguji dengan logika. Anggur mengingatkan kita untuk bertindak dengan etika. Dan IKN? Ia adalah ladang buah yang belum jelas siapa pemiliknya, siapa pemetiknya, dan siapa yang akan menanggung fermentasinya.
🏛️ Penutup: Apel untuk Rakyat, Anggur untuk Elite?
Mungkin sudah saatnya kita bertanya: Apakah IKN dibangun untuk rakyat yang butuh apel transparansi? Atau untuk elite yang ingin anggur investasi?
Karena dalam sistem yang belum selesai di-debug, buah yang dipetik terlalu cepat bisa jadi racun sosial. Dan seperti pepatah satir:
“Lebih baik di-apel-in dengan logika, daripada di-anggur-in dengan ilusi.”
– CeHa
kunjungi:
https://ceha396.wordpress.com
Foto: Bendera Topi Jerami | Sumber: Pxfuel
Akhir-akhir ini para elit di pusat republik dibuat gusar dengan pengibaran bendera Bajak Laut dari cerita komik ‘One Piece‘. Bermula dari sekelompok sopir truk yang kini juga diikuti oleh rakyat lainnya, terutama yang masih muda. Ya tuan, karena yang sudah berumur (di atas 50 tahun) kurang mengenal alur cerita dari komik ini.
Sebenarnya ianya tak hanya…
SURAU.CO – Negara-negara saat ini berada dalam ketegangan geopolitik global kembali mencuat. Keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik antara Iran dan Israel memicu kekhawatiran luas akan potensi pecahnya Perang Dunia III. Meskipun pihak-pihak terkait telah memulai gencatan senjata dan melakukan deeskalasi, akan tetap ada potensi kemungkinan eskalasi konflik lanjutan tetap membayangi.
Ketakutan…
Negara Teraman Jika Perang Dunia III Terjadi: Indonesia Termasuk?
Amerika Tanpa Suaka.
Amerika Serikat mengklaim dirinya sebagai kampiun demokrasi, pelindung hak asasi manusia dan pengawal tatanan dunia yang bebas. Negara ini tidak hanya memprakarsai lahirnya arsitektur hukum internasional pasca-Perang Dunia II. Ia juga selalu berusaha tampil sebagai pemimpin moral dalam menyuarakan perlindungan terhadap kaum minoritas, pengungsi, dan korban penindasan…
Amerika Tanpa Suaka: Negara dan Hukum Dalam Proyek Ideologis
Berawal dari satu diantara bulan-bulan, menjadi asal kesalahan oleh para pemuja.
Berkata baik, berkata hebat, itu hanyalah perkataan. Mana bisa dibuktikan?
Seluruh sumpah janji yang telah mereka ucapkan, mana yang sekiranya baik untuk kita? Mana bukti kebaikannya?
Mata Telinga ditutup jua, keadaan riuh tak kenal suara. Mengapa kami diikat pada kesengsaraan? Padahal kalian punya janji-janji suka.
Harapan menandingi langit, namun tak pernah kau beri yang terbaik. Terus kau siksa dengan kabar-kabar yang membisikkan telinga.
Pernahkah kau melihat ke bawah? Atau hanya kau sanjung saja yang ada di atas? Tak pernah meratapi segala yang menjadi permasalahan di sini.
Bertahun-tahun kemudian, mungkinkah negeri ini akan bertahan? Dengan pemimpin dzalim, dan rakyat yang dibungkam.
Jakarta – Kementerian Dalam Negeri kembali menggelar SPM Awards 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah berkinerja terbaik dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Acara dibuka secara langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada Jumat (23/5/2025) di Gedung Serbaguna Ditjen Bina Pembanguna Daerah yang dilaksanakan secara luring dan…
Menteri Dalam Negeri Apresiasi SPM Awards 2025, wujud negara hadir untuk rakyat
Negara Mana Pemilik Paspor Terkuat Di Dunia?
PASPOR terkuat di dunia menurut Indeks Paspor Henley pada tahun 2024 adalah:
Paspor terkuat dunia bisa diukur berdasarkan jumlah negara yang dapat dikunjungi pemegangnya tanpa visa. Semakin banyak negara yang dapat dikunjungi tanpa visa, semakin kuat paspor tersebut.
Sedangkan kekuatan paspor Indonesia terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Berdasarkan Indeks Paspor Henley, paspor Indonesia berada di peringkat ke-66 dunia pada tahun 2024.
Photo by Pixabay on Pexels.com
Vehicle taxation plays a crucial role in the fiscal framework of nations, serving not only as a significant source of governmental revenue but also as a potent instrument for influencing consumer behavior and addressing societal externalities 1. Governments worldwide leverage vehicle taxes to achieve diverse objectives, ranging from funding transportation…
